Mahasiswa KKN Kelompok 3 Observasi Lokasi Di Desa Blega Oloh.
Blega Oloh — Deru aktivitas warga Desa Blega Oloh menjadi latar langkah awal mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3. Sebelum program dijalankan, mereka lebih dulu turun ke lapangan, Pada Tanggal 06 Januari 2026 guna melakukan Observasi lokasi sekaligus berdialog langsung dengan Kepala Desa Blega Oloh untuk membaca kebutuhan desa dari dekat.
Observasi dilakukan dengan menyusuri permukiman warga,fasilitas umum, hingga ruang-ruang sosial yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Desa Blega Oloh menampilkan wajah pedesaan yang masih kuat, rumah warga berdiri beriringan dengan lahan pertanian, sementara interaksi sosial berlangsung cair dan terbuka.
Dari hasil pantauan lapangan, akses jalan desa sebagian besar sudah dapat dilalui kendaraan bermotor. Namun, di beberapa titik masih ditemukan kondisi jalan yang memerlukan perbaikan. Fasilitas umum seperti balai desa, masjid, dan musholla berfungsi aktif sebagai ruang pelayanan dan aktivitas sosial keagamaan warga.
Kehadiran mahasiswa KKN mendapat Respon positif dari pemerintah desa. Dalam wawancara langsung, Kepala Desa Blega Oloh menegaskan pentingnya keberadaan mahasiswa sebagai mitra desa.
“Kami sangat antusias bisa kedatangan mahasiswa KKN di Desa Blega Oloh ini. Kami berharap kehadiran mereka tidak hanya menjalankan program, tetapi juga berbaur dengan masyarakat dan membantu menjawab kebutuhan nyata di desa,” ujarnya.
Menurutnya, Observasi lokasi menjadi tahap penting agar program yang dijalankan tidak bersifat seremonial. Ia berharap mahasiswa mampu membaca potensi desa sekaligus tantangan yang dihadapi masyarakat, terutama di bidang pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan sosial.
Secara sosial, masyarakat Desa Blega Oloh masih menjunjung tinggi budaya gotong royong. Aktivitas keagamaan dan kegiatan kolektif warga menjadi ruang bertemunya nilai kebersamaan yang kuat. Di sektor ekonomi, mayoritas warga menggantungkan hidup pada pertanian dan pekerjaan informal.
Bapak Kepala Desa Menambahkan bahwa di desa Blega oloh ini memiliki ekonomi kreatif unggulan yaitu penjualan peralatan (ulekan) yang dibuat oleh warga setempat.
Bagi KKN Kelompok 3, Observasi lokasi ini menjadi fondasi awal sebelum menyusun program kerja. Data lapangan dan hasil wawancara dengan Kepala Desa akan digunakan sebagai acuan agar kegiatan KKN berjalan tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan Observasi ini, mahasiswa tidak sekadar hadir sebagai pelaksana program, tetapi sebagai pendengar dan untuk membaca desa, memahami warganya, dan menyiapkan pengabdian yang berangkat dari realitas lapangan.
Penulis: Tim IT

0 Komentar